MERANCANG PENSIUN? Soal itu jangan dibahas sekarang deh. Saya masih
muda, baru 30 tahun. Saya masih kuat bekerja. Nanti kalau sudah menjelang 50
tahun, barulah bicara soal pensiun.” Kata-kata ini sering terdengar dikalangan
anak muda berusia dibawah 35 tahun. Mereka seperti alergi membicarakan pensiun
karena merasa masih punyabanyak waktu. Padahal, merencanakan pensiun sejak usia
muda merupakan langkah tepat menuju hari tua yang sejahtera.
Dari hasil survey yang diadakan oleh
majalah SWA terhadap 32 responden profesional independen di Jakarta, ternyata
mayoritas (28,13%) belum merancang pensiun hingga kini. Dan sebagian responden
(25%) merancang pensiun justru di usia yang sudah tua, yaitu 41- 45 tahun.
Sebaliknya hanya 3,13% responden yang merencanakan pensiun sebelum umur 30
tahun. Kondisi serupa juga terjadi di kalangan pengusaha. Dari 34 responden
pengusaha yang disurvei, mayoritas (38,24%) mengaku belum merancang pensiun
hingga sekarang.
Memang, tak ada batasan baku pada
usia berapa sebaiknya seseorang memikirkan pensiun. Bila pensiun
didefinisikan sebagai masa dimana seseorang tidak produktif dan tidak
memfokuskan dirinya mencari uang maka sebaiknya seseorang mempersiapkan
pensiunnya sejak masih produktif bekerja.
Analoginya begini: jika seseorang
ingin pensiun pada usia 60 tahun, sementara sekarang baru berusia 25 tahun, ia
masih punya waktu 35 tahun untuk menabung. Akan tetapi, bila sekarang umurnya
sudah 40 tahun dan ingin pensiun 60 tahun, berarti persiapannya tinggal 20
tahun lagi. Sudah pasti, jumlah uang yang harus ditabung tiap bulan lebih besar
ketika anda baru memulainya di usia 40 tahun ketimbang 25 tahun.
Agar lebih jelasnya saya memberikan contoh konkret. “Bila waktu pensiun
saya tinggal 10 tahun lagi, saya harus menyisihkan RP 3 juta/bulan. Tetapi bila
masa pensiun saya masih 25 tahun lagi, dengan suku bunga yang sama saya
mengalokasikan kurang dari Rp 1 juta/bulan.” Memang besaran uang yang ditabung
didasarkan kepada jenis aktivitas apa yang ingin dilakukan serta berapa pasive
income yang diperlukan pada saat pensiun nanti. Dimana tentunya halini juga
berhubungan dengan instrumen investasi ( aset
produktif) yang perlu dipilih untuk
menghasilkan pasive income yang anda inginkan.
Sudahkah anda mulai merancang
pensiun anda? Bila belum mungkin inilah saatnya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar